ISRAEL, VOOSTRA - Seorang anggota parlemen Israel, Ofer Cassif, diusir secara paksa dari podium sidang Knesset setelah melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dalam pidatonya yang emosional, Cassif mengangkat tragedi kemanusiaan di Gaza dengan menyoroti kisah Muhammad Abu al-Qumsan, seorang ayah yang kehilangan istri dan dua bayi kembarnya akibat serangan udara Israel. Tragisnya, peristiwa itu terjadi saat sang ayah tengah mengurus akta kelahiran anak-anaknya di rumah sakit.
Cassif juga memaparkan data korban anak yang ia sebut sebagai dampak dari kebijakan pemerintah saat ini, termasuk ribuan bayi yang tewas serta puluhan ribu anak yang menjadi yatim piatu.
Ketegangan memuncak ketika Cassif menyebut Netanyahu sebagai “pembunuh berantai perdamaian”, sekaligus mempertanyakan arah kebijakan pemerintah dan respons terhadap tuduhan kejahatan perang di International Criminal Court.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras di ruang sidang. Pimpinan parlemen kemudian memerintahkan Cassif turun dari podium, sebelum akhirnya ia dikeluarkan secara paksa oleh petugas keamanan di tengah teriakan dan protes anggota parlemen.
Insiden ini menjadi gambaran nyata meningkatnya polarisasi politik di Israel, terutama terkait perang di Gaza dan dampaknya terhadap warga sipil Palestina.



Posting Komentar