LEBAK, VOOSTRA - Hubungan Bupati Lebak, Mochamad Habis Asyidiki Jayabaya dengan Wakil Bupati Amir Hamzah tengah jakdi sorotan publik. Keduanya diketahui bersitegang saat acara halalbihalal bersama ASN di Kabupaten Lebak pada Senin (30/3). Saat itu, Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, mengomentari status pribadi Wakil Bupati Amir Hamzah sebagai mantan narapidana di hadapan pejabat yang hadir.
Amir Hamzah sendiri pernah berurusan dengan KPK dalam kasus suap sengketa Pilkada Kabupaten Lebak tahun 2013 bersama Tb Chaeri Wardhana alias TCW dan Akil Mochtar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Akibatnya, dia dijatuhi vonis penjara 3 tahun 5 bulan oleh majelis hakim.
Pernyataan tersebut menyebabkan kondisi acara menjadi kurang kondusif. Amir Hamzah menyatakan bahwa dirinya merasa terhina dan terluka atas ucapan yang dinilai kurang pantas disampaikan dalam forum silaturahmi. Saat acara tersebut, Amir Hamzah berusaha mengingatkan Hasbi. Namun langkahnya dihentikan oleh para pegawai dan keluarganya yang hadir.
Tidak terima dihina, Amir memilih pergi dari kantor dan pulang ke rumah bersama keluarganya. Menanggapi hal tersebut, Hasbi memberikan penjelasan bahwa ucapannya tidak berniat untuk memojokkan. Ia berdalih bahwa penyebutan tersebut merupakan bentuk motivasi serta apresiasi terhadap perjalanan hidup sang wakil bupati.
Amir Hamzah menilai, ucapan Hasbi dinilai tidak layak sebagai bupati, karena menyinggung sisi pribadi dan dilontarkan di depan banyak orang. "Misal di dalam pidatonya Pak Bupati nyebut ke saya, Si Amir ke dinas, nyebut elu, tapi saya anggap itu ketidaksopanan yang masih dianggap wajar. Tapi ketika dia nyebut Si Amir mantan narapidana masih untung jadi wakil Bupati, itu kan penghinaan pribadi," kata Amir Hamzah, dilansir dair Liputan6.
Amir mengungkapkan, bahwa Hasbi sudah berulang kali melakukan hal serupa, namun dia masih bisa bersabar menghadapi Bupati yang usianya lebih muda dibanding dirinya. Saat acara Halalbihalal tersebut, Amir Hamzah berusaha mengingatkan Hasbi. Namun langkahnya dihentikan oleh para pegawai dan keluarganya yang hadir.
"Jujur saya terhina karena di khalayak umum dia bicara pribadi dan enggak ada kaitan dengan pekerjaan. Ini sudah kedua kalinya, dan ke beberapa dinas udah cukup sering ngomong bahasa yang tidak layak disampaikan saat rapat," jelasnya.



Posting Komentar